HARI INI SETAHUN YANG LALU

Hari itu hari jum`at jam menujukkan pukul lima pagi
ketika aku merasakan perutku begitu mulasnya.
Aku mengabaikan rasa sakit itu, karena
jaraknya masih terlalu jauh, walopun aku tau
kasus ke 2 dan seterusnya akan memerlukan
waktu yang relatif lebih singkat.

Sampai tiba pukul setengah enam dan aku merasakanya
lagi. aku mulai waspada. aku tau kemudian bahwa hari itu adalah harinya.
selama beberapa minggu menjelang hari itu, dalam
keyakinanku aku akan melewatinya sendiri,
bukan atas keinginanku tapi, sepertinya yang dikatakan mama
benar, aku sudah membuktikannya. Aku menghitung jeda setengah jam
cukup untuk aku bersiap2. Waktu aku liat adikku yang sakit kakinya karena seminggu
yang lalu baru saja terjatuh dari motor, dengan bengkak sebesar itu
pastinya aku tidak bisa mengandalkan dia walopun aku tadinya pengen bisa
mengandalkan dia. bapakku kerja dan hari itu beliau ada janji bertemu klien,
ibuku harus menjemput ponakanku dan kakakku juga bekerja.
praktis hari itu cuma ada eza anak keduaku.

Jam enam akhirnya aku memutuskan untuk mengerjakan semuanya benar2 sendiri.
sebenarnya semua sudah siap, tinggal aku ambil di rumah sekemirung.
Jam enam tigapuluh menit aku tergesa2 untuk pergi, biasanya kalo aku hendak pergi mencuci
ke rumah sekemirung eza ditinggal bersama mama. tapi hari itu aku ingin dia menemaniku.
Entah kenapa aku merasakan ada kekuatan dan dukungan dari pria kecilku ini, aku begitu
bersemangat. walopun kemudian mamaku sedikit curiga, aku tetap tidak berkata apa2.
karena hari itu aku memang harus membawa cucianku dan mama meminta eza utk ditinggal.
aku memang tidak tega untuk membiarkan mama bersama eza karena mama harus menjemput eka.
akhirnya aku meyakinkan mama bahwa aku baik2 saja dan beliau tidak perlu khawatir.

Aku pergi ke sekemirung dan seperti biasanya eza aku berdirikan di depan.
sampai di sekemirung aku bereskan sisa barang yang belum sempat kupack.
sambil memasak air utnuk memandikan reza, aku melakukan semuanya dengan cepat,
setelah mandi reza tertidur, padahal jam baru menunjukan setengah delapan pagi.
tidak biasanya dia tidur sepagi itu tapi, aku merasa lega, setidaknya aku bisa mandi.
mengecek semua kelengkapanku, kemudian aku mandi. ini salah satu pesan mama, kalo harus mandi
supaya jika terjadi hal yang tidak diinginkan, ketika kita tiba2 di panggil kita dalam keadaan suci
sedikit menahan rasa sakit yang semakin hebat di perutku membuat aku harus melakukan semuanya
perlahan2. aku akan menghentikan kegiatanku ketika rasa itu menyerang, dan setelah sakitnya
hilang aku berusaha melakukan semuanya dengan cepat, berpakaian, membangunkan reza,
mengangkat koperku, membawa tasku, mengikatkannya di belakang motorku.

ketika aku baru saja hendak pergi, aku merasa semakin tidak tahan, bahkan aku tidak sanggup untuk
mengangkat motor dan memundurkanya, karena rasa sakitnya semakin tak tertahankan. ketika nenek tetangga sebelah
menyapa dan bertanya apakah aku akan pulang ke dago, aku hanya bisa tersenyum sambil meringis kesakitan.
tapi aku berusaha menyembunyikan sakitku, karena aku tidak mau merepotkan siapapun, jadi aku berusaha
tersenyum semanis mungkin.

entah kenapa hari itu baru menunjukan sekitar jam setengah sepuluh, tapi jalanan begitu lengang,
hanya beberapa motor yang terlihat bahkan mobil pun hanya satu dua yang melintas dan di depan
jalanku betul2 kosong, mungkin ini kemudahan lainya.atau karena hari itu hari jumat. bahkan ketika aku harus menyebrang
di pertigaan pahlawan pun tidak ada satupun mobil atau motor yang menghalangi, karena jalan ini terbagi 4, sempat
membuat aku sedikit khawatir butuh waktu lama untuk menyebrangnya. setibanya di tempat yang di tuju,
ternyata tempat parkirnya yg menurun terjal penuh sesak. beberapa orang hendak mengeluarkan motornya terhalang motorku,
tapi aku sudah tidak bisa bergerak kemana2 karena aku betul2 sudah tidak sanggup lagi. entah mungkin beliau marah karena
aku menghalangi jalanya, aku cuma bisa meminta maaf dalam hati, bahkan utk berkata2pun sudah tidak bisa kulakukan,
keringat dingin yang mengalir, kedua gigiku kukatupkan dengan kuat menahan sakitnya. sambil berusaha menyeimbangkan motorku dan
menuruni parkiran yang sempit, aku berhasil memarkirkan motorku. parnonya aku membuat aku masih sempat berusaha untuk menggembok
motorku sebelum pergi, setidaknya sayang kalo sampe motor ini hilang, begitu pikirku. selesai menggembok motor aku berdiri,
kulihat seorang melintas, aku berharap beliau bisa melihat keadaanku ini, yang bahkan untuk menggerakan kaki ku saja aku tidak sanggup lagi.
keringat semakin deras mengalir, dan aku berpikir, perasaan aku seharusnya sudah bertampak sangat pucat, tapi kenapa beliau tidak melihat dan membantuku.
akhirnya dengan tergesa2, setelah aku bisa menggerakan kakiku, aku ajak eza ke ruang reseptionis, tapi karena aku tidak sempat
menggandeng tangannya dia tidak melihatku masuk ruangan, sesampainya di ruang resepsionis, aku bilang sama mbak
yang berjaga di depan, mbak aku mo ngelahirin, dia mungkin terkejut dan berusaha secepat mungkin memberi pertolongan, karena tiba2 saja
lantai ruangan sudah banjir, aku juga mendengar eza mencariku berteriak di luar, aku meminta tolong karyawan yang disana untuk mengambilkan anakku.
di detik2 terakhir itu aku berharap aku masih bisa menahannya sampai ke tempatnya. ketika aku lihat anaku sudah di tempat yang aman aku merasa lega dan hanya memperhatikan
orang2 yang panik karena kedatanganku. mbak yang bekerja di depan itu sibuk menelpon bolak balik, memastikan semuanya sudah disiapkan, dan memaksa mereka
segera datang menjemputku, seorang office boy pun tidak kalah paniknya melihat ruang resepsionis itu jadi basah dan banjir,
maaf ya mas nggak sengaja.

akhirnya aku di bawa dengan menggunakan kursi roda. di ruangan itu kulihat dua orang yang sama sibuknya dengan mbak resepsionis tadi, mereka berusaha tenang,
walopun air mukanya tidak menunjukkan hal itu. ada yang mengajakku bicara, dan aku menjawab dengan sekenanya, bahkan mereka sempat melontarkan kekagetanya.
aku cuma tersenyum miris, sudahlah bu aku sudah tidak kuat, kita selesaikan saja yang seharusnya diselesaikan, beitu pikirku dalam hati.
tepat jam 10 pagi bayi mungilku lahir dengan lancar. alhamdulillah, subhanallah, allahu akbar.
sehat dengan berat 3,15 panjang 50 cm. tidak ada yang bisa menandingi nikmat apapun selain nikmatnya sakit melahirkan dengan lancar…
melahirkan nya begitu mudah tapi melahirkan plasentanya memakan waktu lebih dari 15 menit dan itu lebih menyiksa
daripada sakit melahirkannya sendiri, entah kenapa itu plasenta kok nggak mau lepas2, sampe aku mendapatkan suntikan tambahan
supaya plasentanya lahir dengan selamat dan tidak terputus–begitu kata bidannya. perutku diaduk2 dan
diurut2, sakit sekali.

picture-069

walopun hari itu aku tidak ditemani suamiku, seperti biasanya, tapi sepertinya eza, kecilku cukup mewakili.
hari itu dia begitu kooperatif, terimakasih ya eza, mama bahagia, eza bisa menemani mama hari itu,
maaf kalo menyusahkan eza.
picture-114
hari ini adalah tepat setahunnya arvin kecilku. semuanya masih dengan jelas terbayang dan masih bisa kurasakan.
selamat ulang tahun pria kecil ketigaku, semoga allah menjadikan arvin anak yang soleh, sehat, pintar, berguna untuk orang banyak,
di mudahkan dalam setiap langkah avin nantinya.

our family
a6

Advertisement
Comments
2 Responses to “HARI INI SETAHUN YANG LALU”
  1. inyes says:

    owch……. akyu sungguh sangatlah terharunya sampai-sampai akyu pingin menangis…
    Akyu berfikir…. ini pastilah sebuah sindiran yang amat sangat menyindirkyu….
    karna ternyata akyu lupa ultah si baby… setelah kemarin itu akyu lupa ultah si gope… yach… maklumlah,, karna si akyu mungkin sudah mulai bertambah banyak umurnya yah…

    Sungguh sangatlah sedihnya,, di saat si akyu sedang jatuh miskin begini,,, popon2kyu ulang tahun
    Akyu berfikir,,, apa mungkin ultahnya bisa ditunda aja ya?? supaya akyu bisa terlihat seperti tante yang sungguh sangatlah baik hatinya karna mau bersusah payah memberikan hadiah untuk popon2kyu yang lagi ultah ituh,,,

    Pesenkyu untuks meno yang perbuatannya suka aneh-aneh ituh,, janganlah suka naekin motor sendirian kalo lagi hamil,, apalagi mau melahirkan,,,
    karna…. akyu tak tahan melihat penderitaan si dede spin, menahan beban bobot yang sungguh amat sangatlah beratnya,, hihihihi….

    Kapan atuh buuuu,,, makan-makan demi merayakan peringatan hari kelahiran si srebu??? akyu siy,,, cuma bisa nunggu undangan makan malam yang romantis,, mungkin untuk berdua,,, akyu dan si baby…. hihi…

    Udah yah,,, akyu semakin lama mengetik semakin ingin terharu nih…

    Peluk baby arvin dari akyu yah,,
    mmmmmmmmmuach….

  2. subhanallah…
    hanya ini yg bisa aku katakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.